0
News
    Home Featured Kesehatan Pilihan Tips & Tricks Tips & Trik Virus Oropouche

    Virus Oropouche: Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Pengobatan Lengkap - Indozone Health

    4 min read

     

    Virus Oropouche: Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Pengobatan Lengkap - Indozone Health

    INDOZONE.ID - Oropouche adalah virus yang menyebar melalui gigitan serangga, terutama oleh nyamuk dan lalat penggigit kecil.

    Meski belum ada kasus yang dilaporkan di Indonesia, virus ini telah menyebar di beberapa wilayah Amerika Selatan,Tengah, dan Karibia.

    Berikut penjelasan penyebab, gejala, pencegahan dan pengobatan lengkap dari virus oropouche:

    Apa Itu Virus Oropouche?

    Ilustrasi wabah virus oropouche di Brazil yang disebabkan oleh nyamuk dan lalat. (freepik.com)

    Virus Oropouche adalah virus yang menyebar melalui gigitan serangga, terutama oleh lalat penggigit kecil yang dikenal sebagai "no-see-ums." Selain itu, beberapa jenis nyamuk juga dapat menyebarkan virus ini.

    Kebanyakan orang yang terinfeksi akan mengalami gejala yang dapat muncul kembali setelah beberapa waktu. Sayangnya, hingga saat ini belum ada vaksin atau obat untuk mencegah atau mengobati Oropouche.

    Baca Juga: 5 Fakta Mengejutkan tentang Virus Oropouche yang Mengintai di Amerika Selatan

    Penyebaran Virus Oropouche

    Ilustrasi penyebaran virus oropouche ke manusia. (freepik.com)

    Virus Oropouche terutama menyebar melalui gigitan lalat penggigit kecil yang terinfeksi (Culicoides paraensis). Beberapa jenis nyamuk, seperti Culex quinquefasciatus, Coquillettidia venezuelensis, dan Aedes serratus, juga dapat menjadi penyebar virus ini.

    Meski begitu, belum ada bukti bahwa virus Oropouche telah menyebar di Amerika Serikat termasuk Indonesia.

    Gejala Infeksi Oropouche

    Ilustrasi sakit kepala sebagai salah satu gejala dari virus oropouche. (freepik.com)

    Gejala yang paling umum dari infeksi Oropouche termasuk demam tiba-tiba, sakit kepala parah, menggigil, nyeri otot, dan nyeri sendi. Gejala lain yang mungkin muncul meliputi sensitivitas terhadap cahaya, pusing, nyeri di belakang mata, mual, muntah, dan ruam kulit.

    Gejala ini biasanya berlangsung selama 2-7 hari dan bisa kambuh beberapa hari atau minggu kemudian. Sebagian besar orang pulih dalam beberapa hari hingga satu bulan.

    Namun, dalam kasus yang lebih jarang, infeksi dapat menyebabkan penyakit serius seperti meningitis, ensefalitis, atau perdarahan.

    Halaman:
    Komentar
    Additional JS