5 Rekomendasi Wisata di Solo Jateng yang Punya Suasana Tempo Dulu, Cocok untuk Nostalgia Sejarah - Tribunsolo
5 Rekomendasi Wisata di Solo Jateng yang Punya Suasana Tempo Dulu, Cocok untuk Nostalgia Sejarah - Tribunsolo.com
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Kompas.com/Adimas
Ringkasan Berita:
- Solo, kota budaya di Jawa Tengah, menawarkan wisata sejarah, kuliner, dan modern dengan harga terjangkau dan akses mudah.
- Wisatawan bisa belajar budaya, seni, sejarah, dan menikmati kuliner khas Solo dalam satu perjalanan singkat yang berkesan.
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kota Solo, Jawa Tengah, dikenal sebagai kota budaya.
Kota Solo menawarkan berbagai destinasi wisata menarik, mulai dari sejarah, kuliner, hingga tempat modern yang instagramable.
Wisata di Solo ini cocok untuk Tribuners yang ingin menikmati suasana tenang dengan nuansa tempo dulu.
Dengan harga tiket murah meriah dan akses transportasi mudah, rasanya Solo layak jadi list wisata awal tahun 2026.
Bagi kamu yang ingin liburan singkat namun berkesan, berikut rekomendasi wisata hits di Solo:
1. Kampung Batik Laweyan

Sebagai sentra batik tertua di Solo, Kampung Batik Laweyan memadukan sejarah, budaya, dan ekonomi.

Pengunjung bisa melihat proses pembuatan batik, mengikuti kursus singkat, dan membawa pulang karya sendiri.
Suasana tempo dulu dengan rumah kuno dan jalan sempit menambah pengalaman unik.
Lokasi: Jalan Sidoluhur No.6, Bumi, Laweyan, Solo
Jam operasional: Setiap hari 05.00—22.00 WIB.
2. Lokananta Bloc

Lokananta Bloc, bekas industri musik legendaris, kini menjadi ruang kreatif modern.
Dari galeri hingga studio rekaman, pengunjung bisa belajar sejarah musik, menikmati seni kontemporer, serta mengikuti pertunjukan dan pameran komunitas.
Suasana modern berpadu dengan nilai historis.
Lokasi: Kerten, Laweyan, Solo.
Jam operasional: Setiap hari 10.00—23.00 WIB.
3. Pasar Gede

Pasar Gede Hardjonagoro tidak hanya pusat ekonomi, tapi juga destinasi wisata budaya.
Pengunjung dapat menikmati kuliner khas Solo seperti serabi notosuman, nasi liwet, sate buntel, tengkleng, dan es dawet telasih.
Pasar ini menjadi representasi kekayaan budaya dan kehidupan sosial Solo.
Lokasi: Jalan Jendral Urip Sumoharjo, Sudiroprajan, Jebres, Solo.
Jam operasional: 24 jam setiap hari.
4. Keraton Surakarta Hadiningrat

Keraton yang dibangun pada 1743—1745 ini merupakan pusat kebudayaan Jawa.
Pengunjung dapat melihat koleksi pusaka, gamelan, dan mengikuti tradisi seperti Grebeg dan Sekaten.
Arsitektur Jawa tradisional berpadu pengaruh Eropa, menjadikan keraton sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya penting di Solo.
Lokasi: Jalan Kamandungan, Baluwarti, Pasar Kliwon, Solo.
Jam operasional: Sabtu—Kamis 08.00—14.00 WIB.
5. Pura Mangkunegaran

Pura Mangkunegaran di Solo membuka kunjungan bagi wisatawan setiap hari pukul 09.00–14.30 WIB.
Di sini, pengunjung bisa tur keliling kompleks istana yang terbagi tiga halaman.
Di halaman pertama ada Pamedan dan Kavaleri Artileri bergaya Eropa.
Halaman kedua menampilkan Pendopo Ageng untuk pertunjukan seni, Perpustakaan Reksa Pustaka, dan Dalem Agung yang kini menjadi museum berisi benda seni, pakaian, perhiasan, senjata, serta potret penguasa Mangkunegaran.
Lokasi: Jl. Ronggowarsito, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.
(*)