0
News
    Home Featured Spesial Tips & Tricks

    Menguras Emosi, Ini Cara Efektif Menghadapi Orang yang Sulit - Viva

    6 min read

     

    Menguras Emosi, Ini Cara Efektif Menghadapi Orang yang Sulit



    VIVA – Hidup ini dipenuhi berbagai macam karakter manusia. Ada yang santai dan mudah diajak kerja sama, tapi ada juga yang benar-benar menguji kesabaran. 

    Jelang Final ARRC 2025, Tim Balap Astra Honda Stabilkan Emosi Pembalap di Tengah Tekanan

    Berhadapan dengan orang yang sulit entah rekan kerja yang terlalu memaksa atau anggota keluarga yang suka menghakimi bisa sangat menguras energi. Namun, yang paling penting bukanlah siapa mereka, melainkan bagaimana cara kita menyikapinya tanpa kehilangan ketenangan dan kedamaian batin. 

    Jika kamu sering harus menghadapi orang seperti ini dan bingung harus bagaimana, berikut beberapa tips berbasis psikologi yang cukup efektif. Tips ini bisa membantumu tetap tenang dan menjaga ketenangan diri tanpa ikut terseret drama mereka. Apa saja? Berikut ini seperti dirangkum dari laman Times of India, Selasa 13 Januari 2026. 

    Hati-hati Pendam Emosi hingga Dendam Bisa Sebabkan Penyakit Lambung Sampai Kanker
    1. Curhat ke orang yang tepat

    Curhat ke orang yang salah justru bisa memperbesar rasa marah. Sebaliknya, berbicara dengan orang yang tepat akan membuatmu merasa didengar, dipahami, dan perlahan pulih. Bagikan keluh kesahmu kepada teman yang bisa dipercaya dan mau memvalidasi perasaanmu, bukan kepada orang yang malah mengkritik dan memancing emosi.

    Cuaca Panas Bikin Gampang Emosi, Kenapa?

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa berbagi emosi dengan pendengar yang suportif dapat menurunkan kadar hormon stres (kortisol) hingga 20–30 persen sehingga tubuh menjadi lebih rileks. Ibarat merapikan emosi, kamu bisa melihat masalah dari sudut pandang yang lebih jernih, merasa diakui, dan kembali lebih kuat. Hindari bergosip lebih baik bicarakan masalahmu dengan teman yang bisa membantumu menertawakannya atau menyusun strategi bersama.

    1. Persiapkan diri secara mental

    Kebanyakan orang, termasuk yang sulit dihadapi, punya pola perilaku yang bisa ditebak. Dengan mengenali pola tersebut, kamu bisa lebih siap secara mental. Ini membantu otak, khususnya bagian yang mengatur respons takut, agar tidak mudah bereaksi berlebihan.

    1. Jangan ikut dalam kekacauan mereka

    Ingat, orang yang sulit hanya punya kuasa atasmu selama kamu bereaksi terhadap kekacauan mereka. Saat seseorang bersikap kasar atau agresif, tetap tenang justru menjadi kekuatanmu karena kendali kembali ada di tanganmu.

    1. Pilih untuk merespons, bukan bereaksi

    Komentar sinis? Jangan langsung membalas. Tarik napas dalam-dalam dan beri jeda. Bereaksi adalah respons spontan karena emosi, sedangkan merespons adalah pilihan yang lebih bijak. Diam bukan berarti lemah, tapi strategi.

    Ketika seseorang berteriak, suara tenangmu bisa meredakan situasi lewat prinsip penularan emosi, di mana orang lain tanpa sadar meniru ketenanganmu. Jadi, saat dipancing emosi, bernapaslah, hitung sampai sepuluh, lalu ajukan pertanyaan klarifikasi seperti, “Maksudnya apa?” Tidak semua ucapan layak menghabiskan energimu.

    1. Fokus pada hal yang relevan dan penting

    Saat berbicara dengan orang yang sulit, tetaplah pada fakta dan masalah yang sedang dibahas. Jangan mengungkit masalah lama karena itu hanya akan memicu pertengkaran baru tanpa solusi.

    1. Tegaskan batasan dengan jelas

    Jika seseorang bersikap tidak sopan atau menyulitkan, penting untuk menetapkan batasan dengan tegas namun tetap sopan. Katakan ‘tidak’ dengan jelas. Orang yang sulit sering menguji batas, dan dengan batasan yang tegas, kamu mengajarkan bagaimana mereka seharusnya menghormatimu.

    1. Emosi mereka adalah tanggung jawab mereka

    Ingat, kamu bukan terapis. Berhentilah merasa harus memperbaiki suasana hati orang lain. Jika seseorang marah atau frustrasi dan bersikap sulit, itu adalah tanggung jawab mereka, bukan kamu. Fokuslah pada responsmu sendiri, bukan pada perasaan mereka. Kamu bertanggung jawab atas ketenanganmu, bukan atas penyembuhan mereka. Ambil jarak dengan baik dan biarkan mereka mengelola emosinya sendiri.

    1. Arahkan ulang pembicaraan

    Jika percakapan mulai berubah menjadi toxic, cobalah mengalihkan topik. Kadang, pengalihan sederhana bisa membantu menjaga hubungan tetap damai.

    1. Menjauh dari situasi jika perlu

    Jika mengalihkan pembicaraan tidak memungkinkan, tidak ada salahnya memilih untuk pergi. Ini bukan tanda pengecut, melainkan bentuk menghargai diri sendiri. Kamu tidak perlu turun ke level mereka. Pilih ketenanganmu dan fokuslah pada hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup.


    Komentar
    Additional JS