5 Resep Serabi Kampung Autentik & Variatif, Gurih Lembut dan Bikin Nagih - Liputan6
5 Resep Serabi Kampung Autentik & Variatif, Gurih Lembut dan Bikin Nagih
Temukan 5 resep serabi kampung teruji dari tepung beras, mulai pakai ragi hingga tanpa pengembang. Dilengkapi tips sukses dan FAQ lengkap untuk hasil sempurna.
Liputan6.com, Jakarta - Resep serabi kampung bisa menjadi ide menarik untuk camilan keluarga maupun suguhan untuk acara seperti arisan serta takjil buka puasa. Dalam hiruk-pikuk makanan modern, ada kue tradisional yang aromanya mampu membawa kita langsung ke ingatan masa kecil: serabi kampung.
Jajanan yang terbuat dari perpaduan tepung beras, santan, dan kelapa ini semakin sulit ditemui, terutama yang masih dimasak asli di atas wajan tanah liat dengan api kayu bakar. Ciri khasnya yang tak tergantikan adalah teksturnya yang kenyal atau berserat, disajikan hangat dengan siraman kuah kinca (gula merah cair) yang manis dan wangi.
Artikel ini hadir untuk menjawab kerinduan dan keingintahuan Anda. Kami telah mengumpulkan resep serabi kampung paling autentik dan variatif. Mulai dari resep paling lengkap dengan ragi, versi simpel tanpa pengembang, hingga variasi kuah yang unik. Semua resep ini bisa Anda praktikkan di dapur rumah dengan alat seadanya, tanpa harus memiliki tungku atau wajan tanah liat.
Yuk, kita lestarikan kuliner nusantara dengan memasak ulang kumpulan resep berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (6/2/2026).
Resep Serabi Kampung Kuah Kinca
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4505353/original/078354200_1689601427-zz.jpg)
Resep pertama ini layak disebut sebagai panduan paling lengkap dan detail. Dibagikan oleh Hj. Tintin Purnama Sari dari Palangkaraya, resep ini menggunakan teknik "biang" (adonan ragi) yang bertujuan untuk mengembangkan adonan secara alami, menghasilkan tekstur serabi yang berserat halus dan berpori sempurna. Dengan total waktu persiapan dan fermentasi, resep ini dirancang untuk hasil yang autentik dan dapat menghasilkan sekitar 40 buah serabi kecil.
Resep ini sangat direkomendasikan untuk pemula yang ingin belajar membuat serabi kampung dengan dasar yang benar. Langkah-langkahnya terstruktur rapi dalam kelompok bahan (A, B, dan C), memudahkan Anda dalam proses pembuatan. Waktu fermentasi adonan yang cukup lama (2,5 - 3 jam) adalah kunci utama untuk mendapatkan adonan yang mengembang optimal dan siap dipanggang.
Bahan A (Adonan Utama):
- 250 gr tepung beras
- 50 gr tepung ketan
- 25 gr tepung terigu protein sedang
- 25 gr gula pasir
- 100 ml air mendidih
- Sejumput garam
- 1 bungkus santan instan (65 ml) + air hingga total volume menjadi 600 ml santan encer
- 75 gr kelapa parut (dikukus terlebih dahulu, lalu dinginkan)
Bahan B (Biang/Ragi):
25 gr tepung terigu protein sedang
- 70 ml air suhu ruang
- 25 gr gula pasir
- ½ sdt ragi instan
Bahan C (Kuah Kinca & Pelengkap):
- 200 gr gula merah/gula aren, disisir
- 3 sdm gula pasir
- 500-600 ml air
- Sejumput garam
- Margarin secukupnya untuk mengoles cetakan
Cara Membuat:
- Buat Biang: Campur semua Bahan B dalam mangkuk kecil. Aduk rata dan diamkan selama kurang lebih 10 menit hingga terlihat gelembung-gelembung kecil tanda ragi aktif.
- Campur Bahan Kering: Dalam wadah besar, campurkan tepung beras, tepung ketan, tepung terigu, dan gula pasir dari Bahan A. Aduk hingga merata.
- Buat Adonan Basah: Tuang 100 ml air mendidih ke dalam campuran tepung, aduk cepat. Kemudian, masukkan santan encer 600 ml secara bertahap sambil terus diaduk hingga licin dan tidak bergerindil.
- Tambahkan Kelapa dan Garam: Masukkan sejumput garam dan kelapa parut yang telah dikukus. Aduk lagi hingga semua bahan tercampur sempurna.
- Fermentasi: Tuang adonan biang (Bahan B) yang sudah aktif ke dalam adonan utama. Aduk rata. Tutup wadah dengan plastik wrap atau kain bersih, lalu diamkan (fermentasi) di suhu ruang selama 2,5 hingga 3 jam hingga adonan terlihat bergelembung dan mengembang.
- Panaskan Cetakan: Sambil menunggu, siapkan kuah kinca dengan merebus semua Bahan C hingga gula larut dan kuah sedikit mengental. Sisihkan. Saat adonan hampir selesai difermentasi, panaskan cetakan serabi dengan api sedang. Olesi permukaan cetakan yang telah panas dengan margarin tipis-tipis.
- Panggang Serabi: Aduk ringan adonan yang sudah difermentasi. Tuang ke dalam cetakan panas (harus hingga berbunyi "ces") menggunakan sendok sayur atau gelas ukur. Tutup cetakan dan panggang dengan api sedang.
- Cek Kematangan: Setelah beberapa menit, buka tutup untuk mengecek. Jika permukaan sudah kering dan kesat, serta bagian bawah sudah kecoklatan, angkat serabi dengan bantuan spatula. Ulangi hingga adonan habis.
- Sajikan: Sajikan serabi kampung hangat dengan kuah kinca di atasnya.
Resep Serabi Kampung Simpel Tanpa Pengembang
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3921654/original/036764800_1643789204-plate-roll-pancakes-with-sour-cream-strawberry-jam_114579-43988.jpg)
Bagi yang ingin membuat serabi kampung dengan cara yang lebih sederhana dan tanpa bahan pengembang seperti ragi, resep ini adalah pilihan tepat. Resep ini mengandalkan proses pengulenan adonan yang cukup lama hingga keluar minyak dari kelapa, serta waktu istirahat adonan untuk mengembangkan tekstur alami. Hasilnya adalah serabi dengan tekstur kenyal yang padat dan gurih alami dari kelapa.
Resep ini direkomendasikan untuk Anda yang tidak memiliki ragi di rumah atau lebih menyukai tekstur serabi yang cenderung chewy. Proses pembuatannya relatif lebih cepat karena tidak menunggu fermentasi ragi yang lama, dan bahan-bahannya pun sangat minimalis, hanya mengandalkan kualitas bahan utama.
Bahan-Bahan:
- 225 gr tepung beras
- 25 gr tepung terigu protein rendah
- ½ butir kelapa parut (sekitar 150-200 gr)
- 400 ml air hangat
- ½ sdt garam
- Minyak secukupnya untuk olesan
Cara Membuat:
- Campur Bahan Kering dan Kelapa: Dalam wadah, campurkan tepung beras, tepung terigu, garam, dan separuh dari kelapa parut. Aduk hingga rata.
- Buat Santan: Campur sisa kelapa parut dengan 400 ml air hangat. Remas-remas atau saring dan peras untuk mendapatkan santannya.
- Uleni Adonan: Tuang sebagian santan ke dalam campuran tepung hingga basah. Uleni adonan selama 5-10 menit hingga kalis dan terlihat minyak kelapa keluar. Bisa menggunakan mixer dengan pengocok adonan.
- Kembangkan Adonan: Tuang sisa santan secara bertahap (3x) sambil terus mengaduk/memixer adonan selama total 30 menit. Adonan akan terlihat penuh gelembung udara. Diamkan adonan selama 1-2 jam.
- Panggang: Panaskan wajan/cetakan serabi. Olesi tipis dengan minyak. Tuang adonan, tutup wajan, dan masak dengan api sedang selama sekitar 3 menit hingga permukaan serabi kesat dan matang.
- Sajikan: Angkat dan sajikan serabi dengan kuah kinca sesuai selera.
Resep Serabi Kampung Gula Merah
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5409204/original/025771200_1762848808-pexels-tezar-6802090.jpg)
Ingin tampilan serabi kampung yang lebih menarik? Coba resep dari Yenny Sisca A ini. Konsepnya adalah membuat satu adonan dasar, lalu sebagian kecil diwarnai dan diberi rasa dengan gula merah. Saat dipanggang, adonan putih polos dituang lebih dulu, lalu diberi tetesan adonan gula merah di atasnya, menghasilkan motif dan rasa karamel yang meresap.
Resep ini memberikan variasi yang sederhana namun signifikan. Rasa manis karamel dari gula merah yang meleleh saat dipanggang akan menambahkan dimensi rasa baru pada serabi, sekaligus memberikan visual dua warna yang menggugah selera, cocok untuk disajikan kepada keluarga atau tamu.
Bahan-Bahan:
- 500 gr tepung beras
- ½ butir kelapa, dipotong kecil atau diparut
- 500 ml air
- 3 butir gula jawa ukuran kecil, disisir halus
- Sejumput garam
Cara Membuat:
- Buat Santan Kelapa: Blender atau parut kelapa dengan 500 ml air, lalu saring untuk mendapatkan santannya.
- Buat Adonan Dasar: Dalam wadah besar, campurkan tepung beras dengan santan yang telah disaring. Aduk hingga rata dan tidak bergerindil. Bagi adonan menjadi dua bagian (1 bagian besar, 1 bagian kecil).
- Buat Adonan Berwarna: Pada bagian adonan yang kecil, masukkan gula jawa yang telah disisir. Aduk hingga gula larut dan adonan berwarna coklat.
- Beri Rasa pada Adonan Putih: Pada adonan bagian besar (putih), beri sejumput garam. Aduk rata.
- Panggang: Panaskan wajan tanah liat atau cetakan. Tuang satu sendok sayur adonan putih ke dalam cetakan. Lalu, tuang sedikit adonan coklat (gula merah) di atas bagian tengah adonan putih.
- Matangkan: Tutup wajan dan masak selama sekitar 5 menit dengan api sedang hingga matang. Angkat dan sajikan. Serabi ini sudah memiliki rasa manis dari gula merah, namun tetap nikmat disajikan dengan kuah kinca tambahan.
Resep Serabi Kampung Kuah Nangka
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2937488/original/033601400_1570869832-Surabi_kuah_gula.jpg)
Variasikan cara penyajian serabi kampung Anda dengan resep kuah yang unik dari Nancy Johan. Alih-alih kuah kinca biasa, resep ini menggunakan kuah santan gula merah yang diperkaya dengan potongan buah nangka matang. Kombinasi ini menghasilkan aroma yang sangat wangi dan rasa yang kaya, menjadikan sarapan atau camilan sore Anda menjadi lebih spesial.
Varian kuah nangka ini merupakan ide kreatif yang patut dicoba. Keharuman nangka yang khas berpadu sempurna dengan gurihnya santan dan manisnya gula merah, menciptakan sensasi kuah yang legit dan memikat. Sangat cocok bagi Anda yang ingin bereksperimen di luar varian klasik.
Bahan-Bahan (Kue Serabi):
- 1 kg tepung beras (bisa dibuat sendiri dari beras yang digiling)
- ½ butir kelapa agak muda, diparut
- 250 gr tepung teriguGaram secukupnya
- Air panas secukupnya
Bahan-Bahan (Kuah Nangka):
- Santan dari 1 butir kelapa (sekitar 5 gelas)
- 4 keping kecil gula merah
- Gula pasir secukupnya (jika kurang manis)
- 1 helai daun pandan, disimpul
- 2 bungkus kecil buah nangka matang, dipotong-potong
- Sejumput garam
Cara Membuat:
- Buat Adonan Serabi: Campur semua bahan kue serabi dalam wadah. Tuang air panas sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga mencapai kekentalan yang diinginkan (seperti adonan pancake agak kental). Beri garam, koreksi rasa.
- Panggang Serabi: Panaskan cetakan tanah liat, olesi minyak. Tuang satu sendok sayur adonan, tutup, dan masak hingga matang dan muncul pori-pori di permukaan. Ulangi hingga adonan habis.
- Buat Kuah Nangka: Dalam panci, campur santan, gula merah, daun pandan, potongan nangka, dan sejumput garam. Masak dengan api kecil sambil diaduk perlahan hingga mendidih dan gula larut. Jangan sampai santan pecah. Koreksi rasa, tambah gula pasir jika perlu.
- Sajikan: Sajikan serabi hangat dengan kuah nangka yang juga hangat.
Resep Serabi Kampung dengan Topping Variatif
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282345/original/093945000_1672902580-photo.jpg)
Dengan dasar adonan serabi kampung yang menggunakan ragi, Anda bisa menambahkan berbagai topping sesuai selera sebelum adonan ditutup dan dimatangkan. Topping seperti chocochips, keju parut, atau bahkan abon sapi dapat mengubah serabi menjadi camilan gurih-manis yang disukai semua usia, terutama anak-anak.
Resep ini sangat direkomendasikan untuk Anda yang ingin menyajikan sesuatu yang berbeda atau memiliki anggota keluarga dengan selera beragam. Dengan satu adonan dasar, Anda bisa membuat beberapa varian topping sekaligus, menjadikan sesi memasak dan menyantap serabi lebih menyenangkan.
Bahan-Bahan:Bahan A (Kering):
- 250 gr tepung beras
- 25 gr tepung terigu protein rendah
- 50 gr tepung ketan (bisa diganti terigu protein rendah)
Bahan B (Santan):
- 100 ml santan kental
- 100 ml air matang
Bahan C (Biang):
- 25 gr terigu protein rendah
- 100 ml air hangat
- 4 gr (1 sdt) ragi instan
Bahan D (Air Panas):
- 100 ml air
- 3 lembar daun pandan
- 25 gr gula pasir
- ½ sdt garam
Bahan E (Kinca):
- 50 gr gula aren, disisir
- 100 ml santan kental
- 100 ml air
- 3 lembar daun pandan
Bahan F (Topping & Pelengkap):
- 100 gr kelapa parut setengah tua
- Topping sesuai selera: chocochips, keju parut, abon sapi
- Minyak goreng untuk oles cetakan
Cara Membuat:
- Siapkan Komponen: Campur Bahan A (kering), sisihkan. Campur Bahan C (biang), diamkan hingga berbuih. Rebus Bahan D (air panas) hingga mendidih, sisihkan.
- Buat Adonan: Tuang air panas (Bahan D) sedikit demi sedikit ke dalam campuran tepung (Bahan A). Aduk. Kemudian tuang campuran santan (Bahan B) bertahap sambil diaduk. Terakhir, masukkan biang aktif (Bahan C), aduk rata.
- Fermentasi: Tutup adonan, diamkan selama 55 menit hingga mengembang dan berbuih.
- Tambahkan Kelapa: Setelah mengembang, masukkan kelapa parut, aduk rata.
- Panggang dengan Topping: Panaskan dan olesi cetakan. Tuang adonan, lalu segera taburkan topping pilihan (chocochips, keju, atau abon) di atasnya. Tutup cetakan dan masak hingga matang.
- Buat Kinca: Rebus semua Bahan E hingga mendidih, dinginkan.
- Sajikan: Sajikan serabi plain dengan kuah kinca, sedangkan serabi topping bisa dinikmati langsung atau dengan kuah.
Tips Wajib Sukses Membuat Serabi Kampung
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5389374/original/089549800_1761195210-serabi.jpg)
Sebelum Anda mulai, simak tips dari berbagai resep di atas untuk memastikan resep serabi kampung Anda berhasil:
- Panaskan Cetakan Sempurna: Pastikan cetakan/wajan benar-benar panas sebelum menuang adonan. Tandanya, ketika ditetesi air akan menguap cepat, dan saat adonan dituang akan berbunyi "ces" atau mendesis. Ini kunci dasar serabi yang renyah di bawah.
- Konsistensi Adonan Pas: Adonan serabi sebaiknya tidak terlalu kental seperti adonan donat, juga tidak terlalu encer. Konsistensi yang tepat adalah seperti adonan pancake yang agak kental, tetapi masih bisa dituang. Sesuaikan dengan menambahkan santan/air sedikit demi sedikit.
- Sabarlah Saat Fermentasi: Jika menggunakan ragi, beri waktu fermentasi yang cukup seperti yang tertera di resep. Jangan terburu-buru. Adonan yang sudah baik akan penuh gelembung dan aromanya harum asam-asam gurih. Seperti pesan dari resep Hj. Tintin: "Diamkan selama 2,5 jam - 3 jam."
- Gunakan Api yang Tepat: Gunakan api sedang saat memulai dan menutup cetakan. Jika bagian bawah cepat coklat tapi atas belum matang, kecilkan api. Kontrol panas adalah kunci serabi yang matang merata tanpa gosong.
- Olesan Cetakan yang Tipis: Cukup olesi cetakan panas dengan minyak atau margarin tipis-tipis menggunakan kuas atau kain. Olesan yang terlalu tebal akan membuat serabi berminyak dan sulit terbentuk lapisan bawah yang sempurna.
- Aduk Adonan Sebelum Menuang: Adonan serabi cenderung mengendap. Selalu aduk rata adonan setiap kali akan menuang ke cetakan untuk memastikan konsistensi dan hasil yang seragam setiap porsinya.
FAQ
Q: Apa perbedaan serabi kampung dengan serabi Solo?
A: Perbedaan utama terletak pada tekstur, ukuran, dan penyajian. Serabi kampung biasanya lebih kecil dan tebal, teksturnya kenyal atau berserat, berbahan dasar utama tepung beras, dan selalu disajikan dengan kuah kinca. Sementara serabi Solo (Serabi Notosuman) lebih tipis dan lebar, renyah di pinggirannya, sering menggunakan campuran tepung terigu, dan disajikan dengan topping di atasnya (seperti pisang, meses, keju) tanpa kuah.
Q: Bisakah saya membuat resep serabi kampung tanpa cetakan tanah liat atau cetakan khusus?
A: Tentu bisa. Anda dapat menggunakan wajan teflon kecil (pancake pan), cetakan martabak mini, atau bahkan wajan biasa. Kuncinya adalah memanaskannya dengan merata dan mengontrol api dengan baik. Meski aroma khas dari tanah liat ("awangan") tidak akan didapatkan, rasa serabi tetap bisa sangat lezat.
Q: Mengapa adonan serabi saya tidak berserat atau berpori seperti yang di foto?
A: Beberapa kemungkinan penyebabnya:
- Waktu fermentasi kurang: Pastikan Anda memberi waktu istirahat/fermentasi yang cukup (minimal sesuai resep, biasanya 1-3 jam).
- Ragi tidak aktif: Pastikan air untuk melarutkan ragi hangat kuku (tidak panas membunuh ragi). Tunggu hingga campuran biang berbuih sebelum dicampur.
- Adonan kurang diaduk/uleni: Pada resep tanpa ragi, proses pengulenan atau pengadukan panjang untuk mengembangkan gluten dan mengeluarkan minyak kelapa sangat penting untuk membentuk tekstur.
Q: Bagaimana cara menyimpan serabi kampung yang sudah matang?
A: Biarkan serabi benar-benar dingin setelah dipanggang. Simpan dalam wadah kedap udara. Serabi dapat bertahan 1-2 hari di suhu ruang. Untuk menghangatkan kembali, kukus sebentar (3-5 menit) atau panaskan di teflon dengan api sangat kecil hingga hangat. Hindari microwave karena bisa membuat teksturnya lembek.
Q: Bisakah saya menggunakan santan instan untuk resep serabi kampung?
A: Bisa, dan itu sangat praktis. Seperti yang digunakan dalam resep pertama, santan instan (contoh: Rose Brand 65ml) dapat dicampur dengan air hingga mencapai takaran santan encer yang diminta resep. Meskipun santan segar memberikan aroma yang lebih kuat, santan instan tetap menghasilkan rasa yang enak dan konsisten.