0
News
    Home Berita Campak Featured Kesehatan Spesial

    Campak Tak Cuma Serang Anak-Anak, Orang Dewasa Bisa Kena - Liputan6

    3 min read

      

    Campak Tak Cuma Serang Anak-Anak, Orang Dewasa Bisa Kena

    Mengupload: 39958 dari 39958 byte diupload.


    Data Kemenkes menunjukkan ada sekitar 7 persen kasus campak pada orang di atas 15 tahun.

    Liputan6.com, Jakarta - Campak identik penyakit yang menyerang anak-anak. Faktanya orang dewasa juga bisa terinfeksi penyakit yang menular lewat droplet dan airborne transmission atau percikan air liur atau ludah.

    "Campak bisa menyerang semua umur tapi paling banyak memang pada balita," kata Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dokter Andi Saguni dalam konferensi pers daring, Kamis, 26 Februari 2026.

    Angka kejadian campak pada usia di atas 15 tahun tercatat ada sekitar total 7 persen. Untuk diketahui pada 2025 Kemenkes mencatat total ada 63.769 kasus suspek campak dengan 11.094 kasus terkonfirmasi laboratorium.

    Anak-anak yang terkena campak memiliki risiko komlikasi yakni diare yang bisa menyebabkan dehidrasi hingga encephalitis, sebuah komplikasi radang otak serius akibat infeksi virus campak.

    Lalu, bagaimana bila orang dewasa terinfeksi campak? Andi mengatakan risiko keparahan memang lebih besar pada usia anak dibandingkan dewasa.

    "Risiko pada usia dewasa lebih kecil dibandingkan pada kelompok anak khususnya balita. Ya kan karena usia dewasa lebih kuat (sistem imun) dibandingkan anak-anak atau balita. Namun, kembali lagi tergantung status gizi dan daya tahan tubuh," papar Andi.

    8.000 Kasus Suspek Campak di 2026

    Kemenkes RI update kondisi terkini pasien campak di Australia yang punya riwayat perjalanan dari Indonesia.

    Kemenkes RI update kondisi terkini pasien campak di Australia yang punya riwayat perjalanan dari Indonesia.

    Andi mengatakan pada tahun 2026 hingga minggu ke-7, tercatat 8.224 kasus suspek campak dengan 572 kasus terkonfirmasi, dan 4 kematian (CFR 0,05 persen).

    Pada periode tersebut, terjadi 21 KLB suspek campak dan 13 KLB campak terkonfirmasi laboratorium yang tersebar di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi.

    Andi juga menyorot mengenai kasus suspek campak pada Januari 2026 lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025 dan 2024.Tingginya kasus suspek campak yang dilaporkan pada Januari 2026 ditengarai terkait cakupan imunisasi di tahun sebelumnya.

    Andi mengatakan bahwa cakupan imunisasi secara nasional pada 2025 telah melampaui target. Namun, ia mengingatkan bahwa ada wilayah-wilayah tertentu yang cakupan imunisasinya rendah.

    "Pada provinsi tertentu, desa atau wilayah tertentu ada kantong-kantong yang cakupan imunisasi campak rendah. Dan, pada potensi kasus campak tinggi pada kantong dengan imunisasi yang rendah," kata Andi.

    Komentar
    Additional JS