0
News
    Home Berita Featured Haji Spesial Tips & Tricks

    9–11 Jam di Pesawat saat Haji, Ini yang Boleh dan Dilarang Jemaah - Kompas

    12 min read

       

    9–11 Jam di Pesawat saat Haji, Ini yang Boleh dan Dilarang Jemaah


    KOMPAS.com – Perjalanan menuju Tanah Suci bukan sekadar perpindahan jarak, melainkan awal dari rangkaian ibadah yang sarat makna.

    Di fase ini, pesawat menjadi “ruang transisi” yang mempertemukan kesiapan fisik dan kematangan spiritual jemaah haji.

    Durasi penerbangan yang bisa mencapai 9 hingga 11 jam menuntut pemahaman yang tepat tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama di dalam pesawat.

    Tanpa pemahaman ini, perjalanan panjang berpotensi menjadi melelahkan, bahkan mengganggu kekhusyukan ibadah yang seharusnya mulai dibangun sejak keberangkatan.

    Iran Siap "Tarik Pelatuk", Siaga Serangan AS Meski Gencatan Senjata Berlanjut

    Lantas, apa saja yang sebaiknya dilakukan dan dihindari jemaah haji selama di pesawat?

    Baca juga: 118 Hotel Disiapkan di Madinah, Siap Tampung 103 Ribu Jemaah Haji Indonesia 2026

    Menjaga Ibadah di Awal Perjalanan

    Dalam perspektif ibadah, perjalanan menuju haji sudah termasuk bagian dari proses spiritual. Dalam buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah terbitan Kementerian Haji dan Umrah RI dijelaskan bahwa sejak meninggalkan tanah air, jemaah dianjurkan menjaga adab, niat, serta amalan sebagai bentuk kesiapan menuju ibadah yang lebih besar.

    Hal ini sejalan dengan pandangan ulama klasik seperti Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, yang menekankan bahwa setiap perjalanan ibadah harus dimulai dengan kesadaran batin, bukan sekadar aktivitas fisik.

    Baca juga: Tata Cara Shalat di Pesawat untuk Jemaah Haji, Lengkap dengan Tayamum

    Aktivitas yang Dianjurkan Selama di Pesawat

    Selama berada di dalam pesawat, jemaah tidak hanya diperbolehkan beraktivitas, tetapi juga dianjurkan melakukan hal-hal yang mendukung kesiapan ibadah.

    1. Memperbanyak Dzikir, Doa, dan Tilawah

    Waktu panjang di udara menjadi kesempatan berharga untuk memperbanyak dzikir dan doa. Aktivitas ini membantu menenangkan hati sekaligus memperkuat niat.

    Dalam buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq, dzikir dalam perjalanan disebut sebagai bentuk perlindungan spiritual sekaligus penguat hubungan seorang hamba dengan Allah.

    Baca juga: Dikritik MUI, Pramono Janji Perbaiki Pemusnahan Ikan Sapu-sapu Dikubur Hidup-hidup

    2. Melaksanakan Shalat dengan Rukhsah

    Ketika waktu shalat tiba, jemaah tetap wajib menunaikannya meski berada di pesawat. Shalat dapat dilakukan dengan cara duduk, serta memanfaatkan keringanan berupa jamak dan qashar.

    Ini sesuai dengan prinsip rukhsah dalam Islam yang memberikan kemudahan tanpa menghilangkan kewajiban.

    3. Bertayamum Jika Sulit Berwudhu

    Dalam kondisi keterbatasan air, tayamum menjadi solusi yang sah. Dalam Bidayatul Mujtahid karya Ibnu Rusyd dijelaskan bahwa tayamum diperbolehkan ketika penggunaan air sulit atau berisiko.

    Baca juga: Dikritik MUI, Pemprov DKI Akui Sulit Musnahkan Ikan Sapu-sapu Satu per Satu

    Langkah ini memastikan ibadah tetap berjalan tanpa memberatkan.

    4. Menyimak Bimbingan Ibadah

    Banyak maskapai menyediakan ceramah atau video manasik selama penerbangan. Ini menjadi kesempatan untuk memperdalam pemahaman ibadah.

    Menurut Manajemen Penyelenggaraan Ibadah Haji karya M. Arifin, edukasi selama perjalanan sangat efektif meningkatkan kesiapan jemaah.

    Baca juga: Polemik Ikan Sapu-sapu: Dikubur Hidup-hidup Dikritik, Dijadikan Pakan Ternak Dinilai Berbahaya

    5. Menjaga Kesehatan dan Istirahat

    Istirahat cukup sangat penting untuk menjaga stamina. Perjalanan panjang tanpa istirahat dapat memengaruhi kondisi fisik saat tiba di Tanah Suci.

    6. Melakukan Peregangan Ringan

    Duduk terlalu lama berisiko mengganggu peredaran darah. Oleh karena itu, jemaah dianjurkan melakukan peregangan ringan setiap beberapa jam.

    7. Mengonsumsi Makanan dan Minuman Secukupnya

    Menjaga hidrasi tubuh sangat penting. Air putih lebih dianjurkan dibanding minuman berkafein yang dapat menyebabkan dehidrasi.

    8. Menjaga Kebersihan dan Ketertiban

    Kebersihan merupakan bagian dari iman. Menjaga area tempat duduk tetap rapi dan bersih mencerminkan adab seorang muslim dalam perjalanan.

    Baca juga: Kumpulan Doa Berangkat Haji Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya

    Hal yang Perlu Dihindari Selama di Pesawat

    Selain memahami apa yang boleh dilakukan, jemaah juga perlu mengetahui larangan agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

    1. Membuat Kegaduhan

    Berbicara keras, berjalan tanpa keperluan, atau bercanda berlebihan dapat mengganggu penumpang lain dan kru pesawat.

    2. Merokok dalam Bentuk Apa Pun

    Merokok, termasuk vape, dilarang keras karena berisiko terhadap keselamatan penerbangan.

    Baca juga: Sapu-sapu dan Polemik Cara Mengakhiri di Jakarta…

    3. Mengabaikan Instruksi Awak Kabin

    Instruksi keselamatan bukan formalitas. Mengabaikannya dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

    4. Mengaktifkan Perangkat Tanpa Izin

    Perangkat elektronik harus dalam mode pesawat. Hal ini penting untuk menjaga sistem navigasi tetap aman.

    5. Melaksanakan Shalat Berjamaah di Lorong

    Meski berjamaah dianjurkan, kondisi pesawat tidak memungkinkan. Lorong harus tetap steril sebagai jalur evakuasi.

    Baca juga: “Harapan Saya, Tolong Semua Guru di Negara Ini Disejahterakan”

    6. Membasahi Area Kabin atau Toilet

    Penggunaan air yang berlebihan dapat membahayakan keselamatan. Oleh karena itu, penggunaan air harus sangat bijak.

    7. Membawa Barang yang Tidak Sesuai Aturan

    Barang berbahaya, cairan berlebih atau koper besar tidak diperbolehkan di kabin karena dapat mengganggu keselamatan.

    8. Bercanda Berlebihan hingga Menimbulkan Kepanikan

    Candaan yang menyinggung keamanan, seperti ancaman bom, bukan hal sepele. Ini dapat berujung pada tindakan hukum serius.

    Baca juga: Apa Saja Rukun Haji? Ini 6 Rukun Penentu Sah Ibadah Haji

    Etika Perjalanan sebagai Bagian dari Ibadah

    Perjalanan haji bukan hanya tentang tujuan akhir, tetapi juga proses menuju ke sana. Dalam The Hajj: Pilgrimage in Islam karya F.E. Peters, disebutkan bahwa perjalanan menuju haji sejak dahulu merupakan bagian integral dari pengalaman spiritual umat Islam.

    Artinya, sikap selama perjalanan mencerminkan kualitas ibadah seseorang.
    Menjaga ketertiban, menghormati sesama penumpang, serta menaati aturan bukan hanya soal disiplin, tetapi juga bagian dari akhlak dalam Islam.

    Menjadikan Perjalanan sebagai Latihan Spiritual

    Pesawat bukan sekadar alat transportasi, melainkan ruang latihan kesabaran, keikhlasan, dan kedisiplinan.

    Baca juga: Sudah Memasuki Ramadhan, Bagaimana jika Masih Memiliki Utang Puasa Tahun Lalu?

    Di tengah keterbatasan ruang, waktu, dan kondisi, jemaah diuji untuk tetap menjaga ibadah dan adab. Justru dalam situasi seperti inilah nilai spiritual semakin terasa.

    Perjalanan panjang menuju Tanah Suci pada akhirnya bukan hanya soal jarak yang ditempuh, tetapi tentang bagaimana seorang muslim mempersiapkan dirinya, lahir dan batin untuk menjadi tamu Allah yang sesungguhnya.

    Dengan memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama di pesawat, jemaah tidak hanya memastikan perjalanan yang aman dan nyaman, tetapi juga membuka jalan menuju ibadah haji yang lebih khusyuk dan bermakna.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS