0
News
    Home Featured Insomnia Kesehatan Spesial

    Cara 'Aneh' Tapi Manjur Atasi Insomnia - Republika

    9 min read

     

    Cara 'Aneh' Tapi Manjur Atasi Insomnia

    Gangguan tidur yang terus-menerus dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan.

    Rep: Gumanti Awaliyah


    Republika/Wihdan Insomnia (ilustrasi). Jika tidak ditangani dengan baik, gangguan tidur yang terjadi secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti depresi, kecemasan, serangan jantung, obesitas, hingga strok.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masalah sulit tidur masih menjadi keluhan umum di kalangan orang dewasa. Psikolog klinis Wendy Troxel, mengungkapkan sekitar 30 persen orang dewasa mengalami kesulitan untuk tertidur atau tetap terlelap sepanjang malam.

    Troxel menjelaskan gangguan tidur bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kurang tidur, penyakit, perubahan hormon, hingga faktor genetik. Namun, tekanan hidup sehari-hari dan stres juga kerap menjadi pemicu utama insomnia.

    Sponsored

    Jika tidak ditangani dengan baik, gangguan tidur yang terjadi secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti depresi, kecemasan, serangan jantung, obesitas, hingga strok. Sebagai solusi, Troxel menyarankan satu kebiasaan yang mungkin terdengar tidak biasa yakni menjadwalkan waktu khusus untuk khawatir.

    "Jika Anda tidak menjadwalkan waktu untuk khawatir, otak Anda akan menemukan waktunya sendiri, biasanya sekitar pukul 3 pagi," kata Troxel seperti dilansir laman Today, Ahad (12/4/2026).

    Menurutnya, memasukkan waktu "khawatir" ke dalam jadwal harian dapat membantu mengurangi beban pikiran sebelum waktu tidur. Hal ini penting agar saat hendak tidur seseorang tidak memikirkan hal-hal yang memicu kecemasan.

    "Dengan menyediakan waktu khusus untuk memproses kekhawatiran, seseorang cenderung lebih tenang saat menjelang tidur. Kebiasaan ini juga berpotensi memperbaiki suasana hati," ujar Troxel.

    Data dari National Sleep Foundation tahun 2023 menunjukkan kurang tidur selama dua malam saja dalam sepekan dapat meningkatkan risiko depresi. Selain itu, individu dengan kondisi kesehatan mental yang terganggu cenderung kurang aktif secara fisik dan minim paparan sinar matahari, yang pada akhirnya memperburuk kualitas tidur.

    Untuk mulai menerapkan metode ini, Troxel menyarankan untuk menjadwalkan waktu khawatir beberapa jam sebelum tidur. Luangkan waktu sekitar 10 hingga 15 menit, lalu tuliskan semua pikiran yang mengganggu atau kekhawatiran yang muncul.

    "Biarkan otak Anda bebas mengeluarkan semua kekhawatiran selama waktu tersebut. Tuliskan semuanya sebagai bentuk brain dump. Dengan begitu, Anda melatih otak bahwa khawatir itu boleh, tetapi bukan pada tengah malam saat Anda seharusnya tidur," kata Troxel.

    Berita Terkait

    Farabi el Fouz Soroti Pentingnya Kesehatan Mental, Saring Konten Medsos untuk Generasi Muda

    News Rejabar - 25 April 2026, 14:50

    Lagi, Jembatan Cangar Jadi Saksi: Mengapa Laki-Laki Rentan Memendam Depresi?

    Health - 24 April 2026, 20:18

    Scroll Medsos Sambil Rebahan, Ini Kata Ahli Soal Tren Bed Rotting

    Health - 24 April 2026, 09:17

    Tips Bangkit dari Titik Terendah: Berhenti Cari Validasi Dunia, Mulai 'Daftar' ke Langit

    Happening - 22 April 2026, 17:05

    Istirahat Sambil Scrolling Justru Bikin Otak Makin Capek

    Health - 21 April 2026, 19:29

    Komentar
    Additional JS