6 Suplemen yang Tak Boleh Diminum Bersamaan, Bisa Kurangi Manfaatnya - Wolipop
6 Suplemen yang Tak Boleh Diminum Bersamaan, Bisa Kurangi Manfaatnya

Shandrina Shira - Wolipop
Rabu, 10 Des 2025 08:35 WIB
Belakangan ini, suplemen menjadi pilihan alternatif untuk memaksimalkan asupan nutrisi dan gizi ketika kebutuhan tubuh tidak tercukupi melalui makanan. Suplemen dianggap sebagai solusi karena praktis, berukuran kecil, mudah dikonsumsi, dan mudah dibawa ke mana-mana. Namun, di balik kemudahannya, beberapa nutrisi dalam suplemen tidak bisa dikonsumsi secara sembarangan.
Banyak orang memilih cara praktis dengan mengonsumsi berbagai suplemen sekaligus dalam satu waktu. Padahal, kebiasaan ini justru dapat mengurangi efektivitas suplemen itu sendiri. Beberapa vitamin dan mineral tidak dianjurkan dikonsumsi bersamaan karena dapat menghambat penyerapan, menurunkan manfaat, bahkan menimbulkan risiko tertentu.
"Penting untuk mempertimbangkan interaksi suplemen karena banyak yang memiliki jalur penyerapan sama dan mengubah enzim yang memproses obat. Interaksi ini dapat menyebabkan komplikasi berbahaya, termasuk penurunan efektivitas obat, kekurangan nutrisi, dan efek samping lainnya," ujar Direktur Medis di Mochi Health, Jennifer Warren, MD, sebagaimana dikutip dari Health. Agar manfaat suplemen tetap optimal, berikut beberapa kombinasi yang tidak dianjurkan dikonsumsi bersamaan.
Suplemen yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersamaan
Ilustrasi wanita minum suplemen atau vitamin Foto: Getty Images/agrobacter
1. Kalsium dan Zat Besi
Zat besi dan kalsium bekerja saling bertentangan. Kalsium dapat menghambat sel-sel usus yang membantu membawa zat besi ke dalam tubuh, sehingga penyerapan zat besi menurun. Untuk manfaat maksimal, pisahkan waktu konsumsi keduanya minimal dua jam.
Zat besi paling baik diserap saat perut kosong, sekitar satu jam sebelum makan. Sementara itu, kalsium lebih baik dikonsumsi bersama makanan.
2. Zinc dan Tembaga
Asupan zinc berlebihan dapat mengganggu penyerapan tembaga dan mencegahnya masuk ke aliran darah. Hal ini dapat menyebabkan defisiensi tembaga yang berdampak pada menurunnya imun tubuh dan memicu anemia. Untuk mencegahnya, beri jeda konsumsi selama dua jam, atau konsumsi bersamaan tetapi dalam dosis kecil sesuai anjuran dokter.
Suplemen yang Tak Boleh Diminum Bersamaan

Foto: Getty Images/agrobacter
Keduanya tidak disarankan dikonsumsi bersamaan dalam dosis besar karena bersaing untuk diserap tubuh. Kalsium dapat mengganggu penyerapan magnesium, sehingga kadar kedua mineral menjadi tidak seimbang.
Ketidakseimbangan ini dapat memengaruhi kesehatan tulang, metabolisme, hingga kesehatan jantung. Konsumsilah secara terpisah, misalnya kalsium di pagi hari dan magnesium di sore hari.
4. Vitamin C dan Vitamin B12
Konsumsi vitamin C dosis tinggi dapat menurunkan penyerapan B12 di sistem pencernaan. Karena itu, beri jarak waktu saat mengonsumsi keduanya, misalnya vitamin C di pagi hari dan B12 di siang atau malam hari agar penyerapannya tetap optimal.
5. Teh Hijau dan Zat Besi
Bukan hanya suplemen, teh hijau pun tidak dianjurkan dikonsumsi bersamaan dengan zat besi. Teh hijau mengandung katekin, yaitu antioksidan yang dapat mengikat zat besi di lambung sehingga menghambat penyerapannya. Ini dapat meningkatkan risiko anemia defisiensi besi. Para ahli menyarankan memberi jeda minimal dua jam.
Waktu Terbaik untuk Mengonsumsi Vitamin

Foto: Getty Images/agrobacter
• Vitamin larut lemak (A, D, E, K):
Konsumsilah bersama makanan berlemak agar penyerapannya optimal.
• Vitamin larut air (B kompleks dan C):
Paling baik dikonsumsi saat perut kosong, yaitu 30 menit sebelum makan atau 2 jam setelah makan.
Itulah beberapa suplemen dan vitamin yang kurang efektif jika dikonsumsi bersamaan. Mengonsumsi secara terpisah, memberi jeda waktu, serta menghindari dosis besar tanpa arahan dokter dapat membantu tubuh menyerap nutrisi secara maksimal.
(eny/eny)
Simak Video "Video: Sama Pentingnya Suplemen dari Dalam dan Luar untuk Proteksi Kulit"