Dokter Serangan Jantung Mengancam Usia Muda, Hipertensi jadi Pemicu Utama - Media Indonesia

PERHIMPUNAN Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) memberikan peringatan keras bahwa serangan jantung kini tidak lagi hanya mendominasi kelompok lanjut usia. Penyakit mematikan ini mulai mengancam kelompok usia muda dan produktif, terutama mereka yang berada di rentang usia 20 hingga 45 tahun.
Ketua Pengurus Pusat PERKI, dr. Ade Meidian Ambari, menegaskan bahwa stigma serangan jantung sebagai penyakit orang tua harus segera diubah. Menurutnya, faktor risiko penyakit kardiovaskular kini sudah banyak ditemukan pada individu di usia muda.
Rahasia Masakan Timur Tengah Mengolah Daging Lebih Ramah Jantung - Pontianak Post
"Serangan jantung itu sering terjadi usia antara 20 sampai 45 tahun," ujar dr. Ade dalam konferensi pers Hari Jantung Sedunia 2026 di Jakarta, Rabu (23/9).
Pergeseran Faktor Risiko Utama
Ade mengungkapkan adanya perubahan signifikan pada faktor risiko utama penyakit jantung dalam satu dekade terakhir. Hipertensi kini telah bergeser menjadi faktor risiko nomor satu, menggantikan kebiasaan merokok yang sebelumnya berada di posisi teratas.
Dokter Ungkap Perbedaan Nyeri Biasa dan Gejala Kanker Tulang - TribunHealth
Tingginya angka hipertensi ini dikaitkan erat dengan pola konsumsi masyarakat, khususnya asupan garam yang berlebihan. Ade menyarankan agar masyarakat membatasi asupan garam maksimal satu sendok teh per hari untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.
Selain hipertensi dan merokok, terdapat faktor risiko lain yang dapat dimodifikasi untuk mencegah penyakit kardiovaskular, di antaranya:
- Kolesterol tinggi
- Diabetes melitus
- Pola makan tidak sehat (tinggi natrium)
Dominasi Usia Produktif
10 Kuliner Khas Jombang, Ada yang Jadi Favorit Artis Hingga Presiden - IDN Times
Senada dengan PERKI, Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia (YJI), Annisa Pohan Yudhoyono, menyoroti bahwa populasi penyakit jantung di Indonesia saat ini didominasi oleh kelompok usia produktif. Data menunjukkan populasi terbesar berada pada rentang usia 18 hingga 45 tahun, dengan kelompok usia 25 hingga 34 tahun sebagai penyumbang kasus terbanyak.
"Jadi jangan pikir karena masih muda, tidak usah mengecek jantung. Walaupun kita masih 30-an atau 40-an, setidaknya sekalilah dalam usia itu kita cek jantung," pesan Annisa.
Rekomendasi Pemeriksaan Sejak Dini
Bagi masyarakat yang memiliki riwayat keluarga dengan serangan jantung, dr. Ade menyarankan pemeriksaan kesehatan dilakukan lebih awal, yakni setelah usia 20 tahun. Hal ini terutama berlaku jika ada anggota keluarga laki-laki yang terkena serangan jantung sebelum usia 55 tahun, atau perempuan sebelum usia 65 tahun.
Jika hasil pemeriksaan awal menunjukkan kondisi normal, pemeriksaan ulang dapat dilakukan setiap lima tahun sekali. Namun, bagi masyarakat yang sudah memasuki usia di atas 40 tahun, pemeriksaan kesehatan jantung sangat dianjurkan untuk dilakukan secara rutin setiap tahun.