Tren Urban Gardening, Berkebun di Rumah dengan Lahan Terbatas - Okezone

JAKARTA - Kini berkebun tak perlu harus punya halaman yang luas. Masyarakat urban bisa memanfaatkan balkon, teras, jendela, hingga sudut rumah untuk menanam berbagai jenis tanaman. Cara berkebun ini dikenal dengan istilah urban gardening atau berkebun di perkotaan.
Urban gardening menjadi salah satu cara untuk memanfaatkan ruang terbatas agar lebih produktif. Tidak hanya tanaman hias, kamu juga bisa menanam sayuran, buah, hingga tanaman herbal yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), konsep kebun mikro atau microgardening memungkinkan masyarakat menanam berbagai jenis sayuran, umbi-umbian, dan tanaman herbal di area kecil seperti balkon, teras, maupun atap rumah.
Bahkan, sistem kebun mikro dapat dibuat dalam area sekitar satu meter persegi dengan menggunakan wadah atau media tanam sederhana.
Kenali Berbagai Metode Urban Gardening
Ada beberapa cara yang bisa diterapkan untuk memulai urban gardening, tergantung pada kondisi dan luas ruang yang tersedia.
1. Berkebun dengan pot
Metode ini menjadi salah satu pilihan paling sederhana untuk pemula. Tanaman dapat ditanam dalam pot, ember, atau wadah lain yang memiliki lubang drainase. Beberapa jenis tanaman yang bisa dibudidayakan menggunakan pot antara lain cabai, tomat, terung, selada, dan berbagai tanaman herbal.
2. Vertical gardening
Jika tidak memiliki cukup ruang untuk meletakkan banyak pot, teknik berkebun vertikal bisa menjadi alternatif. Tanaman disusun secara bertingkat atau ditempatkan pada rak dan dinding khusus sehingga tidak banyak memakan area lantai.
Metode ini cocok diterapkan di balkon, teras kecil, maupun dinding rumah yang mendapatkan cukup cahaya matahari.
3. Hidroponik
Hidroponik merupakan metode menanam tanpa menggunakan tanah. Sebagai gantinya, tanaman memperoleh air dan nutrisi dari larutan khusus. Sistem ini bisa menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin berkebun tetapi memiliki keterbatasan lahan. Namun, penggunaannya tetap membutuhkan perhatian terhadap kebutuhan nutrisi, air, dan pencahayaan tanaman.
4. Tanaman buah dalam pot (tabulampot)
Tak hanya sayuran, beberapa tanaman buah juga bisa dibudidayakan di dalam pot. Metode ini dikenal sebagai tabulampot.
Jenis tanaman yang dapat dicoba antara lain jeruk, jambu air, dan beberapa varietas mangga. Pemilihan varietas, ukuran pot, media tanam, serta perawatan perlu disesuaikan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Manfaat Urban Gardening untuk Kehidupan Sehari-hari
Urban gardening bukan hanya membuat rumah terlihat lebih hijau. Kegiatan ini juga memiliki sejumlah manfaat praktis.
FAO menjelaskan bahwa kebun mikro dapat membantu rumah tangga memperoleh akses langsung terhadap sayuran segar dan bergizi. Jika hasil panen berlebih, sebagian hasilnya bahkan bisa dimanfaatkan untuk dijual.
Selain itu, berkebun di rumah memungkinkan seseorang mengatur sendiri jenis tanaman yang ingin dibudidayakan. Hasil panen seperti cabai, tomat, dan sayuran daun dapat digunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan dapur.
Kegiatan berkebun juga dapat menjadi aktivitas fisik yang menyenangkan. University of Maine Cooperative Extension menyebutkan bahwa berkebun dapat mendukung kebiasaan sehat, termasuk aktivitas fisik dan akses terhadap makanan sehat.
Urban gardening bisa dimulai dari langkah sederhana, seperti menanam satu atau dua pot tanaman di teras rumah. Seiring waktu, koleksi tanaman bisa ditambah sesuai kebutuhan dan ruang yang tersedia.
Dengan perencanaan yang tepat, lahan sempit bukan lagi jadi alasan untuk memiliki kebun sendiri di rumah.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.