Cara Menanam Pohon Mangga di Rumah, Buahnya Bisa Dipanen 3 5 Bulan! - Okezone

MENANAM pohon mangga di rumah bisa menjadi pilihan menarik bagi pencinta tanaman buah. Selain membuat pekarangan lebih hijau, pohon mangga juga dapat menghasilkan buah segar yang bisa dinikmati bersama keluarga.
Kabar baiknya, setelah memasuki fase berbunga, buah mangga umumnya membutuhkan waktu sekitar 3–5 bulan untuk berkembang hingga siap dipanen. Namun, waktu panen dapat berbeda bergantung pada varietas mangga, kondisi cuaca, dan perawatan tanaman.
Lantas, bagaimana cara menanam pohon mangga di rumah agar tumbuh subur dan berbuah optimal? Dilansir dari Better Homes and Gardens, berikut penjelasannya.

1. Pilih Bibit Mangga yang Berkualitas
Langkah pertama dalam menanam pohon mangga adalah memilih bibit yang sehat. Jika ingin pohon lebih cepat memasuki masa berbuah, bibit hasil sambung atau okulasi dapat menjadi pilihan dibandingkan menanam dari biji.
Bibit vegetatif umumnya mulai berbuah sekitar 3–5 tahun setelah ditanam, meskipun waktunya bergantung pada varietas dan kondisi pertumbuhan. Sementara itu, pohon yang ditanam dari biji dapat membutuhkan waktu lebih lama untuk menghasilkan buah.
Pilih bibit dengan batang kokoh, daun sehat, serta bebas dari tanda serangan hama dan penyakit. Kamu juga bisa berkonsultasi dengan penjual tanaman untuk menentukan varietas yang sesuai dengan kondisi lingkungan rumah.
2. Siapkan Lokasi Tanam yang Mendapat Sinar Matahari
Pohon mangga membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk mendukung pertumbuhan daun, pembungaan, dan pembentukan buah.
Pilih lokasi terbuka yang mendapat sinar matahari langsung selama sebagian besar hari. Pastikan pula area tersebut memiliki sirkulasi udara yang baik dan tidak mudah tergenang air.
Jika ditanam di pekarangan, perhatikan ukuran pohon ketika dewasa. Beberapa varietas mangga dapat tumbuh besar sehingga membutuhkan ruang yang cukup luas.
Bagi yang memiliki lahan terbatas, menanam mangga dalam pot besar bisa menjadi alternatif. Pilih bibit yang pertumbuhannya relatif kompak dan lakukan pemangkasan seperlunya agar ukuran tajuk tetap terkendali.
3. Gunakan Tanah yang Subur dan Tidak Tergenang
Pohon mangga dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, tetapi tanah yang gembur, cukup dalam, dan memiliki drainase baik akan membantu perkembangan akar.
Sebelum menanam, gemburkan tanah dan campurkan kompos matang untuk menambah bahan organik. Buat lubang tanam yang cukup untuk menampung akar, kemudian letakkan bibit pada kedalaman yang sama seperti di wadah pembibitan.
Setelah itu, tutup kembali dengan tanah dan siram secukupnya. Tambahkan mulsa organik di sekitar tanaman untuk membantu menjaga kelembapan tanah, tetapi jangan menumpuknya langsung pada batang.
Jika menggunakan pot, pastikan wadah memiliki lubang drainase yang memadai agar kelebihan air dapat keluar.
4. Siram Secara Teratur Sesuai Kondisi Tanaman

Penyiraman penting, terutama ketika pohon masih muda dan baru ditanam. Namun, kebutuhan air perlu disesuaikan dengan cuaca, kondisi tanah, dan tempat penanaman.
Pada awal pertumbuhan, siram secara teratur agar tanah tetap lembap. Setelah akar berkembang dan tanaman mulai stabil, frekuensi penyiraman dapat dikurangi sesuai kebutuhan.
Saat musim hujan, penyiraman tambahan mungkin tidak diperlukan. Sebaliknya, pada musim kemarau, tanaman dalam pot biasanya membutuhkan air lebih sering karena tanahnya lebih cepat mengering.
Hindari menyiram secara berlebihan hingga tanah terus-menerus basah karena kondisi tersebut dapat mengganggu kesehatan akar.
5. Berikan Pupuk untuk Mendukung Pembungaan dan Pembuahan
Pemberian pupuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi pohon mangga selama masa pertumbuhan hingga pembentukan buah.
Gunakan pupuk lengkap sesuai dosis pada label produk. Unsur hara seperti nitrogen, fosfor, dan kalium memiliki peran berbeda dalam mendukung pertumbuhan tanaman, perkembangan akar, serta pembungaan dan pembuahan.
Pemberian pupuk sebaiknya disesuaikan dengan usia tanaman, kondisi tanah, dan fase pertumbuhannya. Hindari pemupukan berlebihan, terutama pada bibit muda, karena dapat merusak akar dan mengganggu pertumbuhan.
Perlu diingat, pupuk bukan satu-satunya faktor yang menentukan pohon mangga bisa berbunga dan berbuah. Kecukupan sinar matahari, kondisi cuaca, varietas, serta kesehatan tanaman juga berpengaruh.
6. Buah Mangga Bisa Dipanen Sekitar 3–5 Bulan setelah Berbunga
Salah satu hal yang menarik dari menanam mangga adalah proses perkembangan buahnya setelah bunga muncul.
Secara umum, buah mangga membutuhkan sekitar 100–150 hari setelah berbunga untuk mencapai kematangan panen. Artinya, buah bisa siap dipanen dalam waktu sekitar 3–5 bulan, bergantung pada varietas dan kondisi lingkungan.
Namun, perlu dibedakan antara waktu pohon mulai berbuah dan waktu buah matang. Bibit mangga yang baru ditanam tidak otomatis menghasilkan buah dalam 3–5 bulan. Jangka waktu tersebut dihitung setelah pohon berbunga dan berhasil membentuk buah.
Ketika buah mulai berkembang, perhatikan kondisinya secara berkala. Pastikan tanaman memperoleh air dan nutrisi yang cukup, tetapi jangan sampai tanah tergenang.
Buah mangga umumnya menunjukkan perubahan ukuran dan warna kulit menjelang panen. Pada beberapa varietas, kulit berubah menjadi kuning, jingga, atau kemerahan, sedangkan varietas lain tetap memiliki warna hijau meski sudah matang. Karena itu, kenali ciri kematangan varietas yang ditanam agar panen dilakukan pada waktu yang tepat.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.