Lezatnya Kue Bapel, Kudapan Legendaris Pekalongan Buat Buka Puasa - Beritasatu
Pekalongan, Beritasatu.com – Ragam hidangan puasa tidak lengkap tanpa kue bapel, penganan tradisional khas Pekalongan, Jawa Tengah, yang legendaris dan bertahan puluhan tahun. Aromanya harum, rasanya legit, dengan tekstur kenyal dan lembut, membuat kue tradisional ini tetap diburu saat Ramadan. Salah satu penjual yang konsisten menjaga keaslian bapel, adalah Ny Hwa, generasi kedua penerus usaha keluarga.
Ny Hwa menuturkan, kue bapel sudah dijual sang mama sejak 1960 sebagai bagian resep keluarga. Saat itu, ia baru berusia 5 tahun dan sering diajak berjualan hingga mulai berjualan sendiri di usia remaja.
“Dahulu mama jualan di sekitar alun-alun. Saya sering ikut, sampai akhirnya diajari bikin adonan bapel,” ujarnya kepada Beritasatu.com di kiosnya, Jumat (27/2/2026).
Usaha itu diteruskan Ny Hwa setelah sang mama meninggal. Nama kue bapel Ny Hwa diambil dari namanya sendiri, sesuai pesan mamanya agar merek itu tetap digunakan.
“Itu pesan mama, supaya nama ini tetap dipakai hingga kini dikenal dengan sebutan kue bapel Grogolan karena lokasi tempat saya jualan berada di perempatan Grogolan," katanya.
Pada masa remaja, Ny Hwa berjualan lesehan di sekitar Pasar Raya Sriratu, tepatnya di depan Toko Podo Joyo, selama 5 tahun. Setelah berpindah-pindah lokasi, ia akhirnya menetap di kios perempatan lampu merah Grogolan.
Kue bapel dibuat dari bahan alami, seperti tepung terigu, gula, santan, telur, air pandan, dan daun jeruk. Adonan dicampur irisan pisang sobo, jenis pisang yang menurut Ny Hwa tidak bisa diganti karena memengaruhi cita rasa.
“Kalau bukan pisang sobo, rasanya beda dan kurang enak. Saya selalu pertahankan pisang sobo dengan kualitas terbaik," jelasnya.
Proses memasak tetap tradisional, yakni dipanggang di atas bara api menggunakan cetakan besi. Dalam hitungan menit, adonan berubah warna kuning kecokelatan dengan sedikit gosong di permukaan. Aroma wangi pandan menandai kue bapel siap diangkat.
Dalam kondisi normal, Ny Hwa menjual sekitar 100 buah kue bapel hanya dalam satu hingga dua jam. Ia sengaja membatasi waktu berjualan, biasanya buka pukul 15.00 WIB dan mulai melayani pukul 16.00 WIB hingga 17.00 WIB.
“Kalau sudah habis, ya tutup. Kalau pesanan banyak, biasanya saya hentikan dulu penjualan langsung,” tuturnya.
Pembeli kue bapel tidak hanya datang dari Pekalongan dan sekitarnya. Banyak pelanggan dari luar kota, seperti Jakarta, Bandung, dan Semarang, bahkan dari luar pulau hingga luar negeri.
“Pernah ada pembeli dari Papua, juga dari luar negeri. Kalau mampir ke Pekalongan, biasanya bawa kue bapel,” kata Ny Hwa.
Kue bapel hanya bertahan dua hingga tiga hari karena tidak memakai bahan pengawet. Meski begitu, kue ini paling nikmat disantap hangat, ditemani teh sore hari.
Soal harga, Ny Hwa mengungkapkan sebelum krisis moneter 1997, satu buah kue bapel dijual sekitar Rp 600. Seiring waktu, harga menyesuaikan hingga kini mencapai Rp 10.000 per potong.
“Jadi yang membedakan dengan kue bapel lain itu rasa otentik warisan keluarga dan bahan berkualitas. Selain itu harganya juga berbeda atau sepadan dengan rasanya," tegasnya.
Kini, di usia 65 tahun, Ny Hwa mulai mengurangi aktivitas produksi. Anak keduanya membantu berjualan, sementara ia lebih banyak mengawasi. Pelanggannya beragam, mulai warga lokal, perantau asal Pekalongan, hingga pejabat dan anggota kepolisian. Pembeli dari Polda Jawa Tengah kerap datang atau memesan rutin.
Meski tidak mengetahui pasti asal-usul awal kue bapel sebelum era ibunya, Ny Hwa memastikan kue ini sudah menjadi bagian sejarah kuliner Pekalongan yang diturunkan secara turun-temurun.
“Yang jelas, kue bapel sudah ada di Pekalongan sejak lama, bahkan sebelum mama jualan,” tandasnya.
Salah satu pelanggan, Novi warga Batang, mengaku sudah menikmati kue bapel sejak kuliah. Ibunya sering membawakan kue bapel setiap kali ia kembali ke kampus di Semarang.
"Dulu mama sering belikan, saya suka rasanya yang legit apalagi aromanya harum pandan dan kalau buat cemilan cukup mengenyangkan karena ukurannya yang cukup besar dan tebal," ucapnya.